Agar kelak mereka yang tidak mengenal saya tau kalau saya pernah ada sedangkan bagi mereka yang telah mengetahui semakin kenal dengan sosok pribadi yang penuh kekurangan ini.
Ada orang yang menghabiskan waktunya ke Mekkah Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Mirasa
Tapi aku ingin menghabiskan waktu ku di sisi mu... sayangku...
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandala Wangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danau Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biapra
Tapi aku ingin mati di sisi mu... Manis ku...
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya, Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu
Mari sini sayang ku...
Kalian yang pernah mesra, Yang simpati dan pernah baik pada ku, Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung...
Kita tak pernah menanamkan apa-apa Kita tak kan pernah kehilangan apa-apa
Nasib terbaik adalah tak pernah dilahirkan Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda Dan yang tersial adalah berumur tua Berbahagialah mereka yang mati muda
Mahluk kecil... Kembalilah dari tiada ke tiada... Berbahagialah dalam ketiadaan mu...
Sesungguhnya, seseorang yang berpasang-pasangan itu saling mencintai karena sebab yang sama, karena itulah mereka dikatakan sehati..
Jika engkau memilih seseorang karena cintanya kepadamu, maka akan engkau dapatkan cinta itu.. se-utuhnya.. Tapi tidak mendapatkan hal lain selain hanya CINTA..
Jika engkau memilih seseorang karena hartanya yang banyak, maka engkau juga akan mendapatkan sebagian dari hartanya.. Tapi tidak mendapatkan kebaikan lain, selain kesenangan terhadap harta..
“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani)
Jika engkau memilih seseorang karena kehormatannya, maka dirimu akan menjadi lebih terhormat di mata orang lain.. Hanya itu..
Jika engkau memilih seseorang karena ketampanan dan kecantikannya, maka kamu tak akan pernah bisa menikmati kesetiaan, karena ketampanan dan kecantikan akan pudar di hari tua..
Tapi, jika engkau berani memilih seseorang itu karena AGAMANYA, maka kamu akan mendapatkan semua: CINTA, KEKAYAAN, KESETIAAN, KEHORMATAN dan KECANTIKAN..
Sebab, sesorang yang baik AGAMANYA adalah seseorang yang sabar, penuh rasa cinta, dihormati, dihargai, disayangi, kaya akan harta (selalu mengucap rasa syukur dan rajin bersedekah) dan mereka itu adalah golongan orang-orang yang cantik hatinya dan bersinar wajahnya..
“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)
hai teman… saya rindu. tak terkira.
tapi alhamdulillah terobati. dengan nasehat, dan keyakinan bahwa kalian “bertahan”.
bersama kalian adalah tantangan. karena di sana kita selalu berlomba
dalam kebaikan, tapi tak pernah terlupa untuk saling mengingatkan.
terima kasih….
Sayang..
Aku merindumu bagai reruntuhan gerimis..
Tak terhitung entah berapa banyak ia hadir membasahi pertiwi..
Aku merindumu bagai parau suara burung tinggi..
Mengiang mencari labuhnya yang pasti..
Dan aku merindumu bagai air bah yang menerjang..
menghantam pertahanan yang aku miliki..
karena aku merindukanmu dengan begitu banyak pengorbanan..
Dalam cinta aku berbisik..
Aku merindukanmu sederhana dan sekarang..
Aku begitu menginginkannya. selalu bersatu.
dalam satu waktu. kita.
berada dalam satu masa. dalam sebuah cerita.
bagaimana harus aku ungkapkan tentang rasa rindu ini?
karna aku sungguh merindumu, merindukan kita!
Kepada Allah dan Rasul, Al Qur’an dan Sunnahnya serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
Karenanya ni’mat akan bertambah melimpah penuh berkah
Jika engkau cinta …
Maka da’wah adalah tadhhiyah!
Bukti kesetiaan dan kesediaan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena di sisi Allah lebih mulia dan di sisimu fana belaka
Sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda
Jika engkau cinta …
Maka da’wah adalah tsabat!
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan adalah teguh dalam barisan,
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan
Jika engkau cinta …
Maka da’wah itu adalah tajarrud!
Ikhlas di setiap langkah mencapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu, libatkan dalam jalan ini
Engkau da’Isebelum apapun adanya engkau
Da’wah adalah tugasmu sedang lainnya hanyalah selingan
Jika engkau cinta …
Maka da’wah adalah tsiqoh!
Kepercayaan yang dilandasi iman suci,
penuh keyakinan kepada Allah, Rasul, Malaikat, Al Qur’an, Hari Akhir, Qadha’ dan Qadhar
Jika engkau cinta …
Masukkanlah dirimu ke dalamnya
Sebagaimana masyitah bersama anaknya mencelupkan dirinya
Masuk ke dalam air yang mendidih hanya untuk mempertahankan aqidah
Jika engkau cinta …
Berjalanlah tegak mengusungnya
Seperti Bilal yang tetap tegak melawan congkaknya Abu Jahal
Hingga kemuliaan didapat olehnya
Karena…
Tiada Kemuliaan Tanpa Da’wah dan Jihad
[Sepotong catatan yang sampai saat ini masih tersimpan dengan rapi di lembaran-lembaran terpenting dalam kehidupan. Semoga masih terpahami oleh hati ini]
One day, a rich dad took his son on a trip. Wanted to show him how poor someone can be. They spent time on the farm of a poor family. On the way home, dad asked, "Did you see how poor they are? What did you learn?".
Son said, "We have one dog, they have four, we have pool, they have rivers, we have lanterns at night, they have stars, we buy foods, they grow theirs, we have walls to protect us, they have friends, we have encyclopedias, they have Qur'an." Then they headed, "Thanks dad for showing me how poor we are."
MORAL LESSON: It's not about money that make us rich, it's about simplicity of having God in our lives.
Lima tahun bukan waktu yang teramat pendek. Apalagi untuk dihabiskan di dalam sebuah ruangan beku bernama penjara. Apalagi untuk sebuah perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Tapi Sengkon dan Karta mengalaminya. Kepada siapakah mereka harus mengadu, jika sebuah lembaga bernama pemerintah tidak bisa lagi dipercaya? Sebab keadilan tidak pernah berpihak kepada Sengkon, juga Karta, juga mereka yang lain, yang bernama rakyat kecil.
Alkisah sebuah perampokan dan pembunuhan menimpa pasangan suami istri Sulaiman-Siti Haya di Desa Bojongsari, Bekasi. Tahun 1974. Beberapa saat kemudian polisi menciduk Sengkon dan Karta, dan menetapkan keduanya sebagai tersangka.
Keduanya dituduh merampok dan membunuh pasangan Sulaiman-Siti Haya. Tak merasa bersalah, Sengkon dan Karta semula menolak menandatangani berita acara pemeriksaan. Tapi lantaran tak tahan menerima siksaan polisi, keduanya lalu menyerah. Hakim Djurnetty Soetrisno lebih mempercayai cerita polisi ketimbang bantahan kedua terdakwa. Maka pada Oktober 1977, Sengkon divonis 12 tahun penjara, dan Karta 7 tahun. Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Jawa Barat.
Dalam dinginnya tembok penjara itulah mereka bertemu seorang penghuni penjara bernama Genul, keponakan Sengkon, yang lebih dulu dibui lantaran kasus pencurian. Di sinilah Genul membuka rahasia: dialah sebenarnya pembunuh Sulaiman dan Siti!. Akhirnya, pada Oktober 1980, Gunel dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.
Meski begitu, hal tersebut tak lantas membuat mereka bisa bebas. Sebab sebelumnya mereka tak mengajukan banding, sehingga vonis dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap. Untung ada Albert Hasibuan, pengacara dan anggota dewan yang gigih memperjuangkan nasib mereka. Akhirnya, pada Januari 1981, Ketua Mahkamah Agung (MA) Oemar Seno Adji memerintahkan agar keduanya dibebaskan lewat jalur peninjauan kembali.
Berada di luar penjara tidak membuat nasib mereka membaik. Karta harus menemui kenyataan pahit: keluarganya kocar-kacir entah ke mana. Dan rumah dan tanah mereka yang seluas 6.000 meter persegi di Desa Cakung Payangan, Bekasi, telah amblas untuk membiayai perkara mereka.
Sementara Sengkon harus dirawat di rumah sakit karena tuberkulosisnya makin parah, sedangkan tanahnya yang selama ini ia andalkan untuk menghidupi keluarga juga sudah ludes dijual. Tanah itu dijual istrinya untuk menghidupi anak-anaknya dan membiayai dirinya saat diproses di polisi dan pengadilan. Walau hanya menanggung beban seorang istri dan tiga anak, Sengkon tidak mungkin meneruskan pekerjaannya sebagai petani, karena sakit TBC terus merongrong dan terlalu banyak bekas luka di badan akibat siksaan yang dideranya.
Sementara itu Sengkon dan Karta juga mengajukan tuntutan ganti rugi Rp 100 juta kepada lembaga peradilan yang salah memvonisnya. Namun Mahkamah Agung menolak tuntutan tersebut dengan alasan Sengkon dan Karta tidak pernah mengajukan permohonan kasasi atas putusan Pengadilan Negeri Bekasi pada 1977. ‘Saya hanya tinggal berdoa agar cepat mati, karena tidak ada biaya untuk hidup lagi’ kata Sengkon.
Lalu Tuhan berkuasa atas kehendaknya. Karta tewas dalam sebuah kecelakaan, sedangkan Sengkon meninggal kemudian akibat sakit parahnya. Di sanalah mereka dapat mengadu tentang nasibnya, hanya kepada Tuhan.
berhentilah mengeluh lelah
karena kerja kita belum seberapa
jangan hitung titik peluhmu yang keluar
karena pendahulu kita bahkan tertetes darah mereka...
Jangan pernah menjadi lemah
karena itu akan membuatmu menjadi pecundang.
Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan selalu merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu.
di sini
di antara kemeriahan dan bintang
aku memilih sunyi
di mana telah kutanam hektaran rindu untukmu
ketika malam berjatuhan
hingga terdampar di pagi
dan untuk kesekian kalinya
aku merasa kau begitu jauh
meski kita masih saling berteduh
di bawah langit yang sama
sayangku
jika kau percaya angin adalah satu
jika kau percaya samudera adalah biru
akan kunyanyikan rindu ini
lewat angin, lewat laut
lewat sunyi
dan denting malam
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ADA pasti menjadi TIADA pada akhirnya, Dan kematian adalah sesuatu yang PASTI, Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, Aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku TERSENTAK sedemikian HEBAT, Adalah kenyataan bahwa KEMATIAN … Benar-benar dapat MEMUTUSKAN KEBAHAGIAAN dalam diri seseorang, SEKEJAP saja… Lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, Hatiku seperti tak di tempatnya, Dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini, Aku selipkan salam perpisahan panjang, Pada kesetiaan yang telah kau ukir, Pada kenangan pahit manis selama kau ada, Aku bukan hendak megeluh, Tapi rasanya TERLALU SEBENTAR kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, Tanpa mereka sadari, Bahwa KAULAH yang MENJADIKAN aku KEKASIH yang BAIK Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, Tapi kau AJARKAN aku KESETIAAN, sehingga aku SETIA, Kau AJARKAN aku ARTI CINTA, sehingga aku mampu MENCINTAIMU seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.